Rabu, 09 November 2011

"Raja Dangdut" Bicara "Raja Obat"

Jakarta - Selain piawai berdendang dangdut, Rhoma Irama kini mahir bertabligh. "Raja Dangdut" yang kini berusia 64 tahun itu, saat menyampaikan ceramah di Jakarta, Rabu (9/11), bicara soal "Raja Obat".

"Ini adalah tips dari Rasulullah SAW. Berpantang makan adalah rajanya obat," kata pimpinan OM Soneta Group bernama lengkap Raden Haji Oma Irama itu, saat peresmian Klinik Herbal dan Salon Aura Spa Jeng Ana, di Kalibata Timur, Jakarta Selatan.

Ayah penyanyi dangdut Ridho Rhoma ini memberi contoh. Penyakit darah tinggi bisa sembuh kalau penderitanya mau disiplin berpantang makan, seperti tidak makan daging kambing, kacang-kacangan, goreng-gorengan, dan asin-asinan.

"Dijamin sembuh. Tapi kalau sebaliknya, biarpun mengonsumsi obat-obatan mahal, kalau tidak disiplin berpantang makan, maka dia tidak akan sembuh-sembuh," ujar Rhoma, diamini para hadirin.

Karena itu, mengutip hadist Nabi, Rhoma mengatakan kalau perut itu sumber penyakit. Untuk itu, kata pria yang akrab dipanggil Bang Haji ini, diperlukan adanya pengaturan dari pola makan dan makan makanan yang halalan (halal) dan thoyiban (baik).

Rhoma menjabarkan, tidak semua makanan yang halal itu baik bagi tubuh manusia. "Coba menurut Anda, jeroan itu halal atau tidak?" seru Rhoma, yang dijawab hadirin, "halal!" "Tapi tidak toyib, tidak baik," ujarnya.

Rhoma lantas mencontohkan, jeroan kambing memang halal dimakan, namun tidak baik bagi kesehatan. Menurutnya, jeroan itu mengandung kolesterol jahat (LDL), yang bisa memicu stroke, serangan jantung, darah tinggi, dan lain-lain.

Karena itu, Bang Haji berpesan kepada hadirin, agar memilih makanan yang baik bagi kesehatan dan halal dari segi agama.

Sementara, dalam kesempatan sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada Jeng Ana dan keluarganya, yang telah membuka klinik herbal yang bermisi kemanusiaan. "Masyarakat tidak usah jauh-jauh berobat, karena di sini sudah berdiri klinik herbal," ujar Prijanto. Sehingga, katanya, masyarakat dari berbagai daerah bisa memanfaatkan klinik ini sebaik-baiknya.

Selain itu, Jeng Ana, dalam sambutannya mengatakan bahwa di dunia ini terdapat 40 ribu lebih spesies tanaman obat. Sebanyak 960 di antaranya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Dan dari angka itu, baru 400 yang biasa dijadikan obat tradisional oleh masyarakat. [TMA]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar