Sabtu, 26 November 2011

Penyakit Meniere, Ketika Telinga Berdengung Disertai Vertigo

Penyakit Meniere adalah gangguan yang menyerang telinga bagian dalam dan spontan menyebabkan vertigo, dibarengi dengan gangguan pendengaran yang fluktuatif, telinga berdenging (tinnitus), dan rasa tekanan di telinga. Pada kebanyakan kasus, penyakit Meniere hanya mempengaruhi satu telinga saja.

Orang-orang pada usia 40-an dan 50-an lebih berisiko memiliki penyakit ini dibandingkan kelompok usia lainnya, tetapi penyakit ini bisa juga terjadi pada siapa saja, bahkan anak-anak.

Gejala

Tanda-tanda dan gejala utama dari penyakit Meniere adalah:
1. Vertigo yang berulang. Vertigo adalah sensasi yang mirip dengan pengalaman ketika tubuh berputar cepat beberapa kali dan tiba-tiba berhenti. Tubuh akan merasa seolah-olah ruangan berputar dan kehilangan keseimbangan.

Episode vertigo terjadi tanpa peringatan dan biasanya berlangsung selama 20 menit sampai dua jam atau lebih, bahkan hingga 24 jam. Vertigo yang berat dapat menyebabkan mual dan muntah.

2. Gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran pada penyakit Meniere dapat berfluktuasi, terutama pada permulaan penyakit. Kebanyakan penderita Meniere mengalami gangguan pendengaran permanen akhirnya.

3. Tinnitus. Tinnitus adalah suara dering, mendengung, meraung, bersiul atau mendesis di telinga. Pada penyakit Meniere, tinnitus sering terdengar pada nada rendah.

4. Kepenuhan aural . Kepenuhan aural adalah perasaan penuh atau tekanan dalam telinga.

Gejala penyakit Meniere dimulai dengan perasaan penuh di telinga, kemudian terjadi tinnitus dan penurunan fungsi pendengaran diikuti dengan vertigo yang berat disertai mual dan muntah. Gejala ini bisa berlangsung dua sampai tiga jam.

Tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi gangguan bervariasi, terutama pada awal penyakit. Sebagai contoh, bisa saja hanya muncul gejala vertigo berat yang sering, sedangkan gejala lainnya hanya ringan.

Atau bisa saja vertigo dan kehilangan pendengaran yang dialami hanya ringan dan jarang, namun tinnitus yang lebih sering mengganggu.

Penyebab

Penyebab dari penyakit Meniere masih belum diketahui dengan jelas. Tampaknya penyakit ini merupakan akibat volume atau komposisi cairan di telinga bagian dalam yang tidak normal.

Telinga bagian dalam dihubungkan oleh rongga yang disebut labirin. Bagian luar telinga bagian dalam terbuat dari tulang yang disebut tulang labirin. Sedangkan di bagian dalam adalah struktur membran lembut (labirin membranosa) yang bentuknya seperti labirin tulang, namun sedikit lebih kecil.

Labirin membranosa berisi cairan (endolymph) dan dilapisi dengan rambut yang merespon gerakan cairan.

Agar semua sensor di telinga bagian dalam berfungsi dengan baik, cairan perlu mempertahankan volume, tekanan dan komposisi kimia tertentu. Faktor-faktor yang mengubah cairan telinga bagian dalam dapat menyebabkan penyakit Meniere.

Para ilmuwan telah mengusulkan sejumlah penyebab atau pemicu yang potensial, antara lain:
1. Jumlah cairan yang tidak tepat, mungkin karena penyumbatan atau kelainan anatomi
2. Respon imun yang abnormal
3. Alergi
4. Infeksi virus
5. Genetik
6. Cedera trauma pada kepala

Karena tidak ada penyebab tunggal yang dapat diidentifikasi, kemungkinan penyakit Meniere disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor tersebut.

Perawatan dan obat-obatan

Tidak ada obat untuk penyakit Meniere, tetapi sejumlah cara dapat membantu mengelola gejala-gejalanya. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan penderita penyakit Meniere merespon terhadap pengobatan, meskipun gangguan pendengaran jangka panjang sulit dicegah.

Obat untuk vertigo
Dokter mungkin meresepkan obat yang harus diambil selama vertigo untuk mengurangi parahnya gejala:

1. Obat penyakit gerakan seperti meclizine (Antivert) atau diazepam (Valium) dapat mengurangi sensasi berputar yang diakibatkan vertigo dan membantu mengontrol mual dan muntah.

 2. Obat anti mual seperti prometazin dapat mengontrol mual dan muntah selama mengalami vertigo.

Pengobatan jangka panjang

Dokter akan meresepkan obat untuk memperlancar buang air kecil (diuretik) seperti kombinasi obat triamterene dan hidroklorotiazid. Mengurangi jumlah cairan tubuh dapat membantu mengatur volume cairan dan tekanan di telinga bagian dalam.

Bagi sebagian orang, diuretik membantu mengendalikan tingkat keparahan dan frekuensi gejala penyakit Meniere.

Karena obat diuretik menyebabkan lebih sering buang air kecil, tubuh bisa kehabisan mineral tertentu. Jika meminum obat diuretik, pastikan setiap minggu memakan tiga atau empat porsi ekstra makanan kaya kalium seperti pisang, melon, jeruk, bayam dan ubi jalar.

Terapi dan prosedur noninvasif

Beberapa penderita Meniere dapat menjalani terapi dan prosedur noninvasif seperti:

1. Rehabilitasi.
Jika mengalami masalah dengan keseimbangan tubuh selama mengalami ertigo, rehabilitasi vestibular akan sangat membantu. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membantu tubuh dan otak mengembalikan kemampuan untuk memproses informasi dengan benar.

2. Alat bantu pendengaran.
Dokter bisa merujuk ke audiolog untuk mendiskusikan apakah alat bantu pendengaran dapat menjadi pilihan terbaik.

3. Perangkat Meniett.
Perangkat yang disebut generator pulsa Meniett memberikan tekanan ke saluran telinga melalui tabung ventilasi. Pengobatan ini dilakukan di rumah tiga kali sehari selama lima menit.

Suntikan obat ke telinga bagian tengah
Obat disuntikkan ke dalam telinga tengah dan kemudian diserap ke dalam telinga bagian dalam untuk memperbaiki gejala vertigo:

1. Gentamisin, antibiotik yang meracuni ke telinga dalam, mengurangi keseimbangan telinga. Metode ini sering berhasil mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan vertigo. Risikonya, terjadi gangguan pendengaran lebih lanjut.

2. Steroid juga dapat membantu mengendalikan serangan vertigo pada beberapa orang. Meskipun deksametason sedikit kurang efektif dibanding gentamisin, deksametason lebih kurang berisiko.

Operasi
Jika serangan vertigo yang berhubungan dengan penyakit Meniere sangat parah dan perawatan lainnya tidak dapat membantu, operasi nampaknya menjadi pilihan.

Prosedurnya meliputi:
1. Prosedur kantung Endolimfatik.
Kantung endolimfatik berperan dalam mengatur kadar cairan telinga dalam. Prosedur-prosedur bedah dapat mengurangi vertigo dengan mengurangi produksi cairan atau meningkatkan penyerapan cairan.

2. Dalam dekompresi endolimfatik kantung, sebagian kecil tulang akan dihapus dari kantung endolimfatik.
Dalam beberapa kasus, prosedur ini ditambah dengan penempatan shunt, yaitu tabung yang mengalirkan cairan yang berlebihan dari telinga bagian dalam.

3. Bagian vestibular saraf. Prosedur ini melibatkan pemotongan saraf yang menghubungkan sensor keseimbangan dan gerakan dalam telinga bagian dalam ke otak (saraf vestibular). Prosedur ini biasanya mampu memperbaiki gangguan vertigo.

4. Labyrinthectomy.
Ahli bedah menghapus sebagian atau seluruh telinga bagian dalam, sehingga membebaskan alat keseimbangan dan fungsi pendengaran dari telinga yang terkena. Prosedur ini dilakukan hanya jika sudah terjadi gangguan pendengaran dekat atau total.

Sumber: mayoclinic
Powered by Herbalife SHAKE

Diet Kolin memperlambat Penuaan Otak

Klikdokter.com - Kolin atau Choline merupakan nutrisi larutan esensial yang merupakan kelompok dari keluarga vitamin B yang terbukti membantu melindungi otak dari efek penuaan seperti dikemukakan dalam penelitian terbaru dari asupan kolin oleh peneliti dari Boston University, Amerika Serikat.

Penelitian ini menemukan bahwa terjadi perubahan otak pada manusia usia lanjut dengan asupan kolin yang tinggi terhadap kualitas memori yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang lebih muda. Hal ini juga dikarenakan dukungan faktor komposisi yang tepat dan seimbang.

Kolin dapat ditemukan dalam ayam, telur, ikan air asin, dan kacang-kacangan seperti kacang merah. Dengan asupan makanan mengandung nutrisi kolin yang seimbang, dapat terlihat juga pengaruh pada pembuluh darah di otak melalui scan otak MRI yang tidak menunjukkan daerah putih yang biasanya merupakan daerah tempat terjadinya resiko stroke maupun demensia.

Dimana penemuan dalam scan otak MRI ini mampu menunjukkan perbedaan siknifikan pada otak yang tidak mengkonsumsi nutrisi kolin secara cukup seperti diungkapkan oleh Dr. Rhoda Au selaku peneliti senior dalam studi yang dilansir Dailymail Heath (24/11). Ia juga mengingatkan bahwa dengan kekurangan nutrisi kolin, akan semakin meningkatkan resiko mempercepat kelupaan, penurunan mental, dan kemampuan kognitif bahkan terhubungkan dengan penyakit Alzheimer.

Para ilmuan sependapat bahwa asupan nutrisi kolin sebaiknya sebanyak 500mg per hari untuk pria dan 425mg per hari untuk wanita. Untuk itu, salah satu upaya dalam menambah asupan kolin dalam tubuh yaitu misalnya dengan rajin memakan telur untuk sarapan 1 kali sehari dengan cara di rebus sebagai usaha mencegah tambahan kolesterol yang tidak diinginkan.

Karena berdasarakan penelitian terakhir mengungkapkan bahwa kolesterol pada makanan bukanlah sebagai ancaman langsung terhadap penyakit jantung, namun lebih pada lemak jenuh. Sehingga anjuran untuk membiasakan sarapan dengan telur, kembali marak diadakan karena telur terbukti mengandung banyak nutrisi bagi tubuh termasuk 64% vitamin D, 7gr protein kualitas tinggi, 5gr lemak, zat besi, karotein, juga vitamin dan mineral lainnya.[](E)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jangan Anggap Enteng Penyakit Flu

Flu yang dalam bahasa medisnya disebut Rhino-faringitis akut merupakan suatu kumpulan gejala yang disebabkan peradangan selaput lendir (mukosa) hidung dan tenggorokan. Penyakit ini disebabkan oleh agen infeksi umumnya adalah virus, dan juga bakteri. Acapkali terjadi di musim pancaroba, pada individu yang banyak beraktivitas malam hari dan kurang tidur, kehujanan, kelelahan, kurang makan bergizi, kurang olahraga.

Penyebab tersering dari flu adalah virus, beberapa yang umum adalah Rhinovirus, Coronavirus, RSV, Influenza virus. Sedangkan bakteri yang terkait dengan flu umumnya Streptococcus pneumonia dan Haemophillus influenza. Penularannya adalah secara droplet atau percikan liur di udara seperti dari bersin dan batuk, juga menular secara tidak langsung melalui kontak tangan dengan benda-benda yang disentuh oleh tangan penderita.

Flu memiliki sekumpulan gejala yang sebenarnya tidaklah khas dan cukup bervariatif antara penderita yang satu dengan yang lainnya. Sekumpulan gejala itu seringkali dirasakan juga oleh penderita penyakit lain seperti campak dan demam berdarah dan disebut sebagai Flu-like Syndrome.Oleh karena itu seringkali pada penyakit tertentu seperti demam berdarah tahap awal seringkali dokter sering salah menilai bahwa gejala pasien hanyalah sekedar flu biasa karena memang gejala awalnya ya sama dan tidak khas, yaitu flu like syndrome itu.

Adapun beberapa gejala flu yang sering dijumpai sebagai berikut ; tenggorokan perih terutama saat bangun pagi dan malam menjelang tidur, batuk, pilek, ingus dari encer hingga kental dan kuning, bersin,hidung mampet, mata perih dan merasa silau, agak demam, nafsu makan menurun, sakit perut, kembung, sakit kepala ringan hingga vertigo, badan terutama sendi-sendi pegal.

Flu yang disebabkan oleh virus umumnya gejala berlangsung kurang dari satu minggu, sedangkan jika telah terjadi infeksi ikutan oleh bakteri gejala dapat berlangsung lebih lama dan dapat memberat pula. Ketika flu telah melewati satu minggu dan disertai gejala yang bertambah berat seperti ingus menjadi hijau kental, batuk berdahak kuning (purulent) dan tenggorokan bertambah sakit, demam bertambah, itu semua merupakan tanda-tanda bahwa infeksi ikutan bakteri telah terjadi.

Hal ini dikarenakan misalnya penderita yang masih membandel selama menderita flu dengan kurang istirahat dan tidak menjaga makanan, akibatnya daya tahan tubuh melorot. Tidak semua flu biasa (viral) akan menjadi flu dengan infeksi ikutan (bakterial). Sehingga pengenalan dini serta penanganan tepat diperlukan dalam menghadapi flu.(andrewapattymahu/*)

Powered by Herbalife SHAKE

Jumat, 25 November 2011

Apakah Anda?

"Bermasalah Dengan Berat Badan Anda?
Sudah Berusaha DIET Tetapi Berat Tidak Turun?

Atau Berat Badan Anda Sudah Berhasil Turun Tetapi Kemudian NAIK LAGI?"

Apakah anda minder dengan penampilan anda yang tidak menarik karena kelebihan berat badan?

Apakah anda bosan dan muak dengan diet yang sia- sia yang telah banyak menghabiskan uang anda?

Apakah anda kecewa dengan bentuk tubuh anda yang kegemukan dan selalu diejek oleh orang lain?

Apakah anda sulit mencari pasangan hidup atau diputus oleh pacar anda hanya karena anda gemuk?

Apakah anda capek selalu dihina oleh teman, keluarga, dan juga pasangan anda karena berat badan anda?

Apakah hubungan dengan pasangan anda sudah tidak harmonis lagi hanya karena anda sudah tidak kelihatan "Sebagaimana Mestinya"?

Apakah pasangan anda sudah mulai berani melirik "yang lain" karena merasa tubuh anda sudah tidak indah lagi?

Apakah anda selalu sulit mencari ukuran pakaian yang pas untuk anda?

Apakah anda tidak pernah bisa memakai pakaian idaman anda hanya karena lemak yang ada di perut dan pinggang anda?

Apakah anda selalu merasa depresi, minder, dan dikucilkan oleh orang lain karena anda oversize?

Saya tahu persis perasaan anda karena saya pernah berada di posisi anda

Saya pun sempat frustasi. Hingga suatu saat saya berhasil menemukan sebuah cara fantastis yang sangat cepat menurunkan berat badan anda tanpa anda merasakan lapar sedikitpun ataupun berolahraga berat.
Powered by Herbalife SHAKE

Rabu, 09 November 2011

"Raja Dangdut" Bicara "Raja Obat"

Jakarta - Selain piawai berdendang dangdut, Rhoma Irama kini mahir bertabligh. "Raja Dangdut" yang kini berusia 64 tahun itu, saat menyampaikan ceramah di Jakarta, Rabu (9/11), bicara soal "Raja Obat".

"Ini adalah tips dari Rasulullah SAW. Berpantang makan adalah rajanya obat," kata pimpinan OM Soneta Group bernama lengkap Raden Haji Oma Irama itu, saat peresmian Klinik Herbal dan Salon Aura Spa Jeng Ana, di Kalibata Timur, Jakarta Selatan.

Ayah penyanyi dangdut Ridho Rhoma ini memberi contoh. Penyakit darah tinggi bisa sembuh kalau penderitanya mau disiplin berpantang makan, seperti tidak makan daging kambing, kacang-kacangan, goreng-gorengan, dan asin-asinan.

"Dijamin sembuh. Tapi kalau sebaliknya, biarpun mengonsumsi obat-obatan mahal, kalau tidak disiplin berpantang makan, maka dia tidak akan sembuh-sembuh," ujar Rhoma, diamini para hadirin.

Karena itu, mengutip hadist Nabi, Rhoma mengatakan kalau perut itu sumber penyakit. Untuk itu, kata pria yang akrab dipanggil Bang Haji ini, diperlukan adanya pengaturan dari pola makan dan makan makanan yang halalan (halal) dan thoyiban (baik).

Rhoma menjabarkan, tidak semua makanan yang halal itu baik bagi tubuh manusia. "Coba menurut Anda, jeroan itu halal atau tidak?" seru Rhoma, yang dijawab hadirin, "halal!" "Tapi tidak toyib, tidak baik," ujarnya.

Rhoma lantas mencontohkan, jeroan kambing memang halal dimakan, namun tidak baik bagi kesehatan. Menurutnya, jeroan itu mengandung kolesterol jahat (LDL), yang bisa memicu stroke, serangan jantung, darah tinggi, dan lain-lain.

Karena itu, Bang Haji berpesan kepada hadirin, agar memilih makanan yang baik bagi kesehatan dan halal dari segi agama.

Sementara, dalam kesempatan sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada Jeng Ana dan keluarganya, yang telah membuka klinik herbal yang bermisi kemanusiaan. "Masyarakat tidak usah jauh-jauh berobat, karena di sini sudah berdiri klinik herbal," ujar Prijanto. Sehingga, katanya, masyarakat dari berbagai daerah bisa memanfaatkan klinik ini sebaik-baiknya.

Selain itu, Jeng Ana, dalam sambutannya mengatakan bahwa di dunia ini terdapat 40 ribu lebih spesies tanaman obat. Sebanyak 960 di antaranya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Dan dari angka itu, baru 400 yang biasa dijadikan obat tradisional oleh masyarakat. [TMA]

Cegah Darah Tinggi si Bayi dengan Konsumsi ASI


Ibu yang tengah menyusui untuk priode masa tertentu, setidaknya dalam jangka enam bulan, kemungkinan menghadapi risiko tekanan darah tinggi yang lebih rendah, demikian hasil sebuah studi terhadap 50 ribu perempuan seperti dikutip Reuters.

Penemuan yang dipublikasikan di  American Journal of Epidemiology itu menambahkan bukti bahwa menyusui memang bermanfaat baik buat ibu maupun bayi, kendati memang tidak ada bukti bahwa menyusui adalah penyebab langsung rendahnya tekanan darah tinggia.

Air susu ibu diyakini membantu melindungi bayi dari penyakit yang umum terjadi seperti diare dan infeksi gendang telinga. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa perempuan yang menyusui memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena diabetes, kolesterol tinggi dan serangan jantung di masa kehidupannya nanti.

"Perempuan yang tak pernah menyusui lebih rentan terkena hipertensi ketimbang permepuan yang menyusui anak pertama mereka selama enam bulan atau lebih," tulis pemimpin penelitian itu, Alison Stuebe, pada Universitas  North Carolina, Chapel Hill.

Para pakar umumnya merekomendasikan bahwa bayi sebaiknya disusui selama enam bulan pertama usianya, lalu terus disusui sambil diasupi makanan sampai mereka berumur satu tahun.

Demi keperluan penelitian itu,  Stuebe dan timnya mencermati hubungan menyusui dengan risiko tekanan darah tinggi pada sekitar 56.000 perempuan AS yang mengikuti penelitian jangka panjang bertajuk Health Study II.   Semua perempuan itu setidaknya memiliki satu bayi.

Kesimpulannya, studi ini mendapati bahwa perempuan yang menyusui bayinya setidaknya selama enam bulan relatif kurang terkena risiko darah tinggi sepanjang 14 tahun daripada yang tidak menyusui bayinya.

Hampir 8.900 perempuan telah didiagnosa terkena tekanan darah tinggi.  Namun risikonya menjadi lebih tinggi 22 persen pada perempuan yang tidak menyusui bayinya.  Situasi sebaliknya terjadi pada perempuan yang menyusui bayinya selama enam bulan.

Mirip dengan itu, perempuan yang tidak pernah menyusui atau hanya menyusui selama tiga bulan atau kurang, ternyta hampir seperempat lebih tinggi terkena darah tinggi dibandingkan perempuan yang menyusui selama setidaknya setahun.

 Stuebe menyatakan tak ada satu pun dari hasil penelitiannya yang membuktikan bahwa menyusui memberi perlindungan jangka panjang dalam terkena darah tinggi.

Menyusui memiliki kemanfaatan langsung, apalagi uji laboratorium menunjukkan bahwa hormon oksitosin yang dihasilkan dari menyusui, berdampak jangka panjang terhadap tekanan darah.

Juga diketahaui bahwa permepuan cenderung menghadapi merendahnya tekanan darah dalam jangka pendek, segera setelah menyusui.

"Jika menyusui faktanya protektif, tim Stuebe memperkirakan baha 12 persen tekakan darah tinggi pada banyak perempuan beranak, mungkin berkaitan dengan menyusui.

Jika ini hubungan yang kebetulan, maka menyusui dapat menciptakan perbedaan untuk kesehatan perempuan," katanya seperti dikutip Reuters.  (Aef/At)

Hindari 4 Kebiasaan Ini agar Tidur Nyenyak


Kompas.com - Kekurangan tidur berdampak pada banyak hal, mulai dari gangguan konsentrasi hingga meningkatkan risiko serangan jantung. Karena itu, memiliki tidur yang berkualitas sangatlah penting.
Meski begitu, ternyata ada banyak kebiasaan kecil yang bisa merusak kualitas tidur di malam hari. Bila Anda sering mengalami kesulitan memejamkan mata, hindari 6 hal berikut ini.
1. Makan berat sebelum tidur
Kebiasaan mengonsumsi makanan berat atau camilan yang mengenyangkan bisa membuat mata sulit terpejam. Rasa perut yang tidak nyaman setelah makan merupakan salah satu gejala GERD (gastro esophageal reflux disorder), dimana aliran asam lambung kembali ke esofagus sehingga terjadi refluk dan jantung terasa terbakar.
Bila Anda merasa lapar di malam hari meski sudah makan malam, cobalah camilan yang sarat protein dan karbohidrat, seperti sereal, keju atau oatmeal. "Protein akan meningkatkan level triptophan sementara karbohidrat kompleks membantu triptophan membuat tidur lebih nyenyak," kata Dr.Gerard Lombardo, pakar tidur.
2. Menonton televisi
Banyak orang yang memilih menonton televisi untuk memancing rasa kantuk. Padahal kebiasaan ini bisa mengganggu tidur. Tayangan bertema kriminal atau drama bisa memenuhi pikiran sehingga otak kembali aktif. Membaca buku lebih disarankan untuk membuat pikiran lebih rileks. Selain itu kegiatan meditasi atau berdoa sebelum tidur juga akan membantu merilekskan sistem saraf.
3. Bekerja lembur
Membawa pekerjaan ke rumah sudah jamak dilakukan para pekerja. Namun, kegiatan menyiapkan presentasi atau laporan di malam hari bisa meningkatkan level stres dan membuat tubuh lebih waspada. Akibatnya rasa kantuk pun urun datang.
"Jika pekerjaan sulit ditinggalkan, kerjakan di ruangan lain. Dan ketika Anda mulai merasa mengantuk, tinggalkan sejenak untuk besok. Atau berhentilah bekerja satu jam sebelum tidur untuk menenangkan pikiran," kata Lombardo.
4. Berbeda pendapat
Kesibukan aktivitas menyebabkan banyak pasangan baru bisa berbicara pada malam hari sebelum tidur. Akan tetapi Lombardo menyebutkan ada beberapa topik yang sebaiknya dihindari, terutama topik yang memicu pertengkaran.
Perbedaan pendapat dengan pasangan bisa menyebabkan sistem saraf meresponnya sebagai bahaya, kemarahan, atau kejutan, sehingga level energi meningkat. Akibatnya tentu saja akan sulit tidur setelahnya.